WARGA CIMANUK, KELUHKAN PELAYANAN BPJS PANDEGLANG YANG LAMBAT

WARGA CIMANUK, KELUHKAN PELAYANAN BPJS PANDEGLANG YANG LAMBAT

0
0
BERBAGI

Okenews.com (Pandeglang) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap kali mewanti-wanti kepada seluruh jajaran tingkat birokrasi agar memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan kepada warga masyarakat dalam hal apapun, tak terkecuali pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Harapan ingin mendapatkan pelayanan terbaik sesuai program yang gencar didengungkan pemerintah, tapi kenyataannya sangat kontradiktif dengan apa yang terjadi di lapangan, justru tak sedikit warga menuai kekecewaan.

Terbukti, sejumlah warga mengeluhkan pelayanan carut marut yang diterapkan pihak Customer Service BPJS Pandeglang, pada Senin (16/4/2018).

Seperti hal yang dialami Mahfudzoh salah seorang warga, yang sekaligus mahasiswi UIN Jakarta yang berasal dari Pandeglang ini, ia mengaku mendapat pelayanan yang tak memuaskan saat mengajukan proses BPJS kesehatan di kabupaten Pandeglang.

Mahfudzoh mengaku dipermainkan oleh BPJS Pandeglang, hampir sebulan mengurus BPJS Kesehatan di birokrasi kantor itu namun belum juga selesai. Belum lagi antrean yang panjang dan membosankan. Bahkan lebih ironisnya lagi, mahasiswi ini sempat mengantri dari jam 11.00 hingga setengah 6.00 sore hari.

“Belum lagi perjalanan pulang, selama hampir 3 minggu saya harus mengurus BPJS ini. Saya rela meninggalkan urusan-urusan saya di Ciputat hanya demi BPJS ini, kalau nggak penting-penting amat mah saya nggak kesal seperti ini. Saya tidak puas dengan pelayanan ini, BPJS ini tidak becus melayani, “ungkap Mahfudzoh dengan nada kesal.

Mahasiswi ini menceritakan kronologis kejadian yang menuai kekecewaan,
“Pertama saya mendaftar ke kantornya, diminta menunggu sampai 3 hari nanti dapat SMS pembagian nomor pembayarannya. Tiba-tiba ada yang nelepon, ternyata orang tua saya ada tunggakan sebesar Rp.612.000. Oke saya bayar terlebih dahulu. Karena kalau nggak bisa diproses BPJS punya saya dan keluarga, lunaslah tunggakan. Dan akhirnya bisa diproses, CS nya memberi informasi kepada saya bahwa saya harus menunggu 3 hari dapat SMS nomor pembayaran. Dan bisa dapat kartunya yg akan dikirim oleh pos, dan bisa dilakukan pembayaran setelah 14 hari saya menunggu hampir satu minggu, saya penasaran, saya datangi kantor pos nya 2 kali, ternyata mereka belum pernah menerima dari BPJS untuk daerah Cimanuk.

“Hari Seninnya saya konfirmasi kepada BPJS. Ternyata satpamnya bilang saya harus bayar dulu uangnya baru bisa diambil kartunya tanggal 16 April, gak jelas, “ungkapnya kesal.
Hal senada juga disampaikan salah seorang warga yang mendaftar di kantor tersebut “Iyah mbak, saya juga di infokan begitu, eh tapi saya kesini lagi malah info nya lain lagi mbak,” tutur warga.

Mahfudzoh masih melanjutkan ceritanya yang semakin menunjukkan ketidak jelasan yang katanya Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial itu.
“Saya heran, sekaligus merasa tidak jelas, sebab kemarin CS nya ngomong begini, sekarang satpamnya ngomong begitu. Akhirnya saya tunggu sampai tanggal 16 hari ini di Minimarket dekat BPJS, karena memang hanya bisa di Minimarket, Pos, serta Bank. Ternyata saya tetap nggak bisa bayar, karena masih tertera tunggakan 793000 (lah Kok nambah). Padahal saya sudah bayar dan saya tunjukkan struknya. Tetapi tetap saja tidak bisa, karena belum diperbaharui oleh pihak BPJS. Saya datangi BPJS, seperti biasa saya harus antre panjang. Tapi apa yang saya dapat? CS baru akan mengkonfirmasi kepada pihak keuangannya, lalu saya mencoba membayarkan pembayaran awal kartu saya sudah bolak-balik ke minimarket lalu bank yg memang harus ngantre (lagi) tetap tidak bisa. Saya menunggu sampai sore tiba. Apa jawabannya? Akan di kabari nanti karena baru di respon oleh pihak keuangannya. Memangnya saya hidup ngurus BPJS aja. Mentang-mentang saya rakyat kecil birokrasinya sangat sulit, “ujar Mahfudzoh melanjutkan.

Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial yang disingkat BPJS ini menuturkan kemungkinan adanya kekeliruan sistem yang pada saat Mahfudzoh membayar tidak langsung di terima datanya oleh pihak minimarket.

“Pada saat Mahfudzoh bayar, sistem BPJS ini mengalami peng-upgrade-an di BPJS Kesehatan Perusahaan, sehingga mungkin BPJS Kesehatan Individu yang dimiliki Mahfudzoh kena imbasnya, sehingga tidak diterima datanya oleh pihak minimarket, “ungkap salah seorang Costumer Service BPJS.

Kasus yang di alami Mahfudzoh dan salah satu warga setempat telah mencerminkan betapa terjadi kesenggangan antara pihak pemberi jaminan dengan yang diberi jaminan karena kaitannya dengan kepuasan rakyat terhadap badan sosial itu sendiri. Kita doakan semoga segera diselesaikan urusan jaminan sosial kesehatan ini. (Awd/Red)

LEAVE A REPLY