UKP PIP Yudi Latif Bingung Mengimplementasikan ideologi Pancasila

    110
    0
    BERBAGI

    Okenews.com (Opini)- Unit Kerja Presiden tentang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), sejak di lantik 6 juni lalu, telah bekerja dan memberikan penghargaan prestasi penyelenggaraan lebaran kepada 15 instansi pemerintah. Penilaian yang diberikan UKP PIP Karena dinilai sukses mendukung penyelenggaraan arus mudik dan arus balik lebaran.

    Lembaga Nonstruktural melalui Perpres No.54 Th 2017, tugas pokoknya adalah membantu presiden dalam merumuskan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

    Ketua Yayasan Peduli Bumi Indonesia (YPBI), Ananda Mustadjab Latip mengatakan, cara kerja yang dilakukan oleh Ketua UKP PIP Yudi Latif dan para Deputynya seperti bingung mengimplementasikan tugas pokoknya, karena setahu saya, awalnya Pak Jokowi sendiri yang menginginkan adanya unit kerja yang bekerja memberikan pemahaman ideologi Pancasila. Jika presiden yang menginisiasi unit kerja tersebut, artinya presiden berharap adanya para ahli yang memahami nilai-nilai dan ideologi Pancasila yang bisa merumuskan atau memeras 5 sila yang ada, dengan menghasilkan beberapa nilai-nilai yang harus dikoordinasikan, disinkronisasikan dengan program kementerian serta disosialisasikan oleh kementerian-kementerian yang bersangkutan. Prinsipnya, UKP PIP itukan bekerja buat presiden, dan saya yakin presiden sedang menunggu Pelaksana UKP PIP memberikan rumusan arah kebijakan yang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Selain itu disebutkan bahwa fungsi UKP PIP juga menyusun garis-garis besar haluan ideologi Pancasila dan road map pembinaan ideologi Pancasila. Ini kok belum apa-apa sudah buat even pemberian penghargaan? Apakah itu yang diinginkan oleh presiden ? Saya pikir terlelu sepele jika UKP PIP hanya seperti Even Organiser.

    Niat Deputy bidang pengendalian dan evaluasi, Silverius Yoseph Soeharso sudah baik, ingin membuat tolok ukur sejauh mana implementasi Pancasila diterapkan di kehidupan sehari-hari, tapi niatnya itu juga harus logis, bagaimana cara membuat ukuran-ukuran bahwa ideologi Pancasila itu sudah bisa diimplementasikan?. Yang dikatakan Silver ingin menyusun suatu instrument yang memiliki dimensi-dimensi Pancasila yang secara obyektif akan bisa mengukur kinerja aparatur negara. Menurut saya, niat nya sudah bagus, konsep tolok ukur dibuat UKP PIP dan yang melaksanakannya biarkan kementerian PAN & Reformasi Birokrasi.

    Begitu juga misalnya masalah intoleransi, jabarkan nilai-nilai ketuhanan pada sila kesatu pancasila itu, bagaimana bisa diterapkan dalam implementasinya. Nah kemudian koordinasikan & sinkronkan dengan kementerian agama, agar mungkin ada metode baru tentang dakwah untuk memperkuat rasa toleransi di mesjid-mesjid, bukan sedikit-sedikit teriak kafir!. Toleransi juga wajib diimplementasikan di pesantren2 atau sekolah, sehingga UKP PIP bisa bekerjasama dengan Kemendikbud. agama itu bukan malah membuat orang jadi ekstrem. Karena tidak ada dikotomi antara pancasila dan nilai-nilai agama apapun juga.

    “Saya khawatir jangan-jangan Yudi Latif sudah terbawa atmosfir kekuasaan karena dekat istana, jadi lupa bagaimana merumuskan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, akhirnya terbawa pada program seremonial” Nanti jika dibuat berkala, apalagi mau dilakukan ke kalangan pengusaha, lama-lama Pancasila didagangkan untuk urusan pemberian penghargaan”
    Dan harus diingat, jika seolah-olah ideologi Pancasila hanya milik UKP PIP dan gebrakan awalnya bagi-bagi penghargaan yang tidak berdampak pada perubahan perilaku birokrasi dan masyarakat, maka kedepan UKP PIP malah akan jadi bomerang untuk presiden Jokowi juga merendahkan para tokoh-tokoh negarawan yang menjadi dewan pengarahnya. Harus diingat UKP PIP bukan sebuah badan, jadi tidak perlu mengurus hal-hal yang teknis seperti pemberian penghargaan itu!.

    Sebaiknya UKP PIP bekerja merumuskan dulu konsep besarnya, buat road mapnya, sehingga bagaimana seluruh kebijakan kementerian dan badan-badan negara lainnya bermuara pada nilai-nilai filosofi dan ideologi Pancasila, kata Ananda. Saya yakin Jokowi akan kurang berkenan jika kerja UKP PIP belum apa-apa sudah seperti itu.

     

    Oleh : Ananda Mustadjab Latif

    (Ketua Yayasan Peduli Bumi Indonesia)

    LEAVE A REPLY