Tb Dedi Muhidin, Tokoh Muda Mengabdi Untuk Masyarakat

Tb Dedi Muhidin, Tokoh Muda Mengabdi Untuk Masyarakat

0
0
BERBAGI

Foto : Tb Dedi Muhidin (Caleg DPRD Kab.Pandeglang Dapil 5)

Okenews.com (Pandeglang),- Menjelang Pesta Demokrasi April 2019 mendatang, banyak kalangan muda yang memilih terjun ke dunia Politik. Di Kabupaten Pandeglang, Caleg muda Dapil 5 (Labuan, Carita, Pagelaran, Patia, Sukaresmi) Tb Dedi Muhidin resmi mencalonkan diri dan siap memberikan perubahan untuk Masyarakat.

Tb Dedi Muhidin, Tokoh muda yang berasal dari Kp Sawah Desa Labuan Kecamatan Labuan ini dengan modal semangat dan pengalaman yang melintang untuk mengabdikan diri dan terus memperjuangkan hak-hak rakyat melalui momentum tahun politik 2019 mendatang. Politisi Muda dari Partai Gerindra yang mengungkapkan berani terjun ke politik adalah jalan terbaik, baginya hal tersebut adalah sebuah pengabdian kepada masyarakat.

Tb Dedi Muhidin S.pd yang sekaligus Tokoh Muda Pandeglang, mengungkapkan dirinya terjun langsung dalam kostestasi politik sebagai wujud pengabdian atas aspirasi dari kaum-kaum muda.

“Saya atas nama kaum-kaum muda dengan keberanian sikap untuk mengabdi kepada masyarakat dalam berbagai bidang bahwa anak muda harus menjadi garda terdepan,” Katanya (17/01/18).

Dirinya juga mengungkapkan melihat kondisi wilayah di dapil 5 pandeglang. (labuan, pagelaran, carita, patia, sukaresmi) sangat kurang tersentuh oleh pemerintah, maka sebagai pemuda harus menjadi pelopor perubahan di masyarakat, atas dasar itu dengan penuh keyakinan pemuda mengabdi adalah harga mati membangun negri dalam mengawal demokrasi dan terlibat berkontribusi langsung menjadi calon wakil rakyat, ungkapnya kepada redaksi.

“Kondisi Dapil lima itu daerah agraris hampir mayoritas masyarakat bertani(buruh tani). Kata Dedi Dari potensi pertanian, jika di kelola dan di berdayakan serta di suport oleh pemerintah baik eksekutif atau legislatif ini akan menjadi salah satu potensi pertanian yg menjanjikan dan menjadi daerah yang berpotensi penyumbang pendapatan daerah khususnya di kabupaten Pandeglang,” katanya.

Namun, rendahnya respon pemerintah terkait akses infrastruktur, pertanian yg kurang, menyebabkan para petani kesulitan utk menjual hasil tani nya. Hal ini juga di tambah daerah Dapil 5 adalah daerah yang rawan terkena banjir langganan maka dalam hal ini pemerintah harus memberikan solusi dan lebih melirik daerah-daerah yang rawan ini.

“Banyak warga mengeluh akan insfrastruktur, pengelolaan sumber daya alam yang melimpah yang kurang terkelola dengan baik maka Dalam hal ini kiranya perlu pemerintah memprioritaskan daerah ini terkhusus apalagi sekarang pasca bencana tsunami selat sunda tutupnya . (Gb/syf).

LEAVE A REPLY