Tagih Janji Bantuan Perahu, Nelayan Teluk Labuan Lakukan Aksi Teatrikal

Tagih Janji Bantuan Perahu, Nelayan Teluk Labuan Lakukan Aksi Teatrikal

0
0
BERBAGI

OKENEWS.COM (Pandeglang) – Ratusan Nelayan Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang tergabung dalam Aliansi Anak Nelayan (AAN), Jumat (01/03/2019) lalu, melakukan aksi unjuk rasa di Kampung Teluk Pesisir Labuan, dalam bentuk seni drama Teatrikal, bertemakan keluh kesah Nelayan, yang sedang kebingungan, akibat tidak bisa lagi melaut, lantaran tidak lagi memiliki sarana tangkap, khususnya perahu.

Aksi demo teatrikal yang dilakukan ratusan nelayan ini, akibat dari ketidakjelasan informasi, mengenai bantuan perahu dari pemerintah untuk para nelayan korban tsunami. Sehingga terjadi “Kebingungan” di antara kalangan nelayan, terkait kepastian bantuan tersebut. Padahal pasca bencana tsunami, pemerintah sempat menjanjikan akan memberi bantuan perahu, pada nelayan yang perahunya hancur oleh tsunami.

“Ketidakjelasan dalam informasi dan pengambilan keputusan tentang bantuan perahu, telah membuat masyarakat nelayan, kebingungan. Sehingga aksi demo yang kita gelar kali ini, untuk mengingatkan kembali pemerintah, atas janji-janjinya. Ini adalah bentuk kegalauan kita, karena sudah lebih dari dua bulan pasca tsunami, kita tidak bisa lagi melaut, akibat tidak punya perahu,” ungkap Asroni, salah seorang nelayan Teluk saat itu.

Asroni pun mengatakan, bahwasanya masyarakat, khususnya nelayan korban tsunami yang berada di Teluk Labuan. Sejatinya sudah tidak lagi memiliki mata pencaharian, guna menghidupi keluarganya, lantaran sarana tangkap, baik itu jaring, maupun perahu yang dimiliki para nelayan tersebut, hampir rata-rata rusak, dan tidak bisa lagi digunakan.

“Bila dihitung-hitung, sudah hampir tiga bulan kita menganggur, tidak lagi beraktifitas seperti layaknya nelayan. Dan selama itu juga, kita hidup hanya dari bantuan donatur, karena sebagian dari kita memang masih tinggal di kamp-kamp pengungsian. Bahkan yang lebih ironis lagi, kita bertahan hidup hanya dari janji-janji pemerintah, yang meninabobokan kita,” tegas Asroni, yang juga orator aksi.

Menyikapi persoalan janji pemerintah pada nelayan Teluk Labuan, yang akan memberi bantuan perahu pada para nelayan korban tsunami. Akademisi Unma Pandeglang, Eko Supriatno, mengatakan. Bahwa aksi demo yang dilakukan para nelayan itu, dinilainya sangat wajar, sebagai bentuk kekecewaan dan rasa kekesalan, terhadap sikap pemerintah yang tidak juga merealisasikan janjinya.

“Menurut kami, sangat wajar masyarakat terdampak menunjukkan reaksi demonstrasi, karena rasa kecewa dan kesal, dengan sikap pemerintah yang tidak juga merealisasikan janjinya, prihal bantuan sarana kapal nelayan. Inilah bukti, betapa buruknya koordinasi antar pemerintah pusat dengan daerah, sehingga masyarakat terdampak tsunami, khususnya nelayan hanya menelan janji-janji fatamorgana,” jelas Eko.

Menurut Eko, kelemahan koordinasi itu, terlihat ketika Pemkab Pandeglang tidak bergerak aktif menagih janji pada Pemerintah Pusat dalam hal ini KKP. Diperparah lagi, ketika Pemkab Pandeglang juga, tidak bisa memastikan dengan jelas, basis data yang dimilikinya, tentang berapa unit perahu yang harus dibantu KKP, maupun sejauhmana Pemkab bisa memastikan dan mengupayakan bantuan itu dapat direalisasikan. (Awd)

LEAVE A REPLY