Syaiful Bakhri Terpilih Lagi Jadi Rektor, Begini Pesan Mantan Ketua BEM HUKUM...

Syaiful Bakhri Terpilih Lagi Jadi Rektor, Begini Pesan Mantan Ketua BEM HUKUM UMJ

0
0
BERBAGI

Okenews(Tangsel), – Polemik pemilihan rektor di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) telah usai, dan Prof. Dr. Syaiful Bakhri resmi terpilih menjadi rektor UMJ dengan perolehan suara sebanyak 40 suara. Terpilihnya Syaiful Bakhri menjadi rektor, mendapatkan respon positif dari semua alumni. Salah satunya alumni UMJ yang saat ini berkiprah dibidang praktisi hukum.

Khairul Anwar, salah satu alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta kepada Jurnalis, selasa (13/11) mengatakan, dengan terpilihnya Syaiful Bakhri, masih harus melanjutkan pekerjaan rumah untuk, membangun citra kampus menjadi lebih baik dan progres.

“Pertama, saya mengucapkan selamat menjalankan tugas kembali, kedua, yang harus diingat adalah, masih ada pekerjaan rumah, untuk membangun citra kampus yang masih belum selesai, terutama dalam hal pembangunan secara fisik,” kata Khairul Anwar.

Alumni UMJ yang saat ini aktif dibidang Praktisi Hukum itu menambahkan, selain persoalan pembangunan fisik, pembangunan karakter dalam peningkatan akademik, tambah Khairul, harus terus dan tetap di ikhtiarkan dengan pengemasan secara modern.

“Apalagi dalam kondisi teknologi yang sangat pesat terutama persaingan global yang saat ini sudah mengarah pada era disruption.” Tambah Khairul. Ia berharap, dengan adanya sistem berbasis teknologi di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, harus dapat mengimplementasikannya.

“Tentu hal ini akan berdampak positif, dari sisi transparansi birokrasi kampus, di bawah kepemimpinan Prof.Dr. Syaiful Bakhri SH.MH,” kata Khairul.

Pemilihan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini digelar di Aula Fakultas Kedokteran, Senin (12/11) kemarin di Jl. Kiai Ahmad Dahlan, dengan diikuti oleh sebanyak 4 calon. Dalam pemilihan itu, Prof. Dr. Syaiful Bakhri unggul dengan perolehan suara sebanyak 40 suara.

Sementara untuk perolehan suara kedua, adalah Ir. Mutmainah, dengan perolehan suara sebesar 17 suara, Prof. Dr. Suhendar Sulaiman sebanyak 9 suara, dan Dr. Sofa sebesat 3 suara. Untuk suara tidak sah, ada 1 suara.*

(Gobris)

LEAVE A REPLY