Meski ada Demonstrasi Tiga Pasangan Calon Tetap Kampanye

Meski ada Demonstrasi Tiga Pasangan Calon Tetap Kampanye

35
0
BERBAGI
Tiga Pasangan Calon berselfi bersama (Sumber Foto : fotovideoviral.com)

Okenews.com (Jakarta) – Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta yang tengah berlaga tetap fokus berkampanye meskipun ada demonstrasi yang dilaksanakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI terkait dugaan penistaan agama.

Hampir sejak pagi, hingga malam hari, media-media elektronik menyoroti unjuk rasa yang dilakukan GNPF NUI tersebut. Media-media televisi menyorot ratusan ribu demonstran yang menyemut.

Unjuk rasa ini dipicu pernyataan Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017, Basuki Tjahaja Purnama yang juga petahana yang dinilai melecehkan agama Islam dengan mengutip salah satu ayat suci Al Quran saat berpidato di Pulau Seribu beberapa waktu yang lalu.

Meski demonstrasi besar pertama di era Presiden Joko Widodo yang melibatkan ratusan ribu massa tengah berlangsung, para kandidat tetap blusukan ke masyarakat untuk menyerap aspirasi.

Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno tetap berjibaku untuk menemui masyarakat hampir.

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memenuhi janji untuk tetap melakukan blusukan.

Ahok memilih lokasi ke Muara Karang Jakarta Utara. Ahok tiba di kawasan ruko wilayah Muara Karang sekitar pukul 11.00 WIB untuk meninjau trotoar di lokasi tersebut.

“Ini trotoar kan mau dirancang gaya-gaya Eropa lebar, tapi kita harus perhatikan kebiasaan orang kita, ruko-ruko ini kan tempat mereka tinggal juga,” kata Ahok di Jalan Muara Karang Elok, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sementara pasangannya Djarot Syaiful Hidayat mengunjungi kampung nelayan, Cilincing, Jakarta Utara dan Pasar Pramuka di Jakarta Timur, yang menjual obat-obatan.

Djarot Saiful Hidayat saat memasuki Jalan Kalibaru Timur IV E, di Kampung Cilincing sempat mendapatkan penolakan oleh sejumlah orang. Namun demikian, meski sempat melangkah menjauh, namun Djarot kemudian memilih balik langkah mendekati para penolaknya.

Berdiskusi selama beberapa menit dengan para pendemo tersebut. Para pendemo menyatakan kekhawatirannya terhadap penggusuran kampung nelayan di sejumlah tempat.

Dalam kesempatan itu, Djarot mengatakan, tidak perlu khawatir, pihaknya memiliki program kampung deret.

“Di sini sudah masuk dalam visi dan misi kami untuk membangun kampung deret. Yang penting Bapak jangan jadi provokator, jangan manas-manasin yang lainnya,” kata Djarot.

Selain ke Cilincing, Djarot juga mendatangi Pasar Pramuka, di Jakarta Timur, tempat para penjual obat-obatan.

Pasangan ini akan bikin (buat) pasar obat, yang kelasnya internasional. Artinya mereka benar-benar diberikan tempat yang layak.

“Kita tahu banyak mulai muncul apotek-apotek yang sifatnya waralaba dan ini bisa mengancam mereka,” ungkapnya.

Sementara Agus Harimurti Yudhoyono berdialog dengan Warga Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Agus usai sholat Jumat di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta, mendengarkan keluh kesah para warga yang khawatir digusur karena tidak mempunyai sertifikat tanah.

“Kami resah ada lokasi yang digusur karena tidak punya surat menyurat. Warga ketar-ketir takut dipindah,” ujar Siti Aisyah, seorang warga saat Agus membuka sesi dialog.

Agus dalam kesempatan tersebut mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu permasalahan tersebut. Namun dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

Sementara, Anies Baswedan pada Jumat ini tidak melakukan kampanye.

Berbincang dengan para wartawan di Kedai C1 Jalan Cisanggiri, Jakarta Selatan Anies yang menggunakan kemeja biru muda tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Anies mengatakan rapat dengan dewan pakar membahas beberapa program Anies-Sandi untuk DKI Jakarta.

Sedangkan pasangannya, Sandiaga melakukan blusukan di sejumlah tempat di wilayah Jakarta Selatan. Diawali dengan Mapang Prapatan kemudian Cipete Selatan.

Sandiaga di Mampang tepatnya di Jalan Bangka, mendengarkan aspirasi warga diantaranya kekahwatiran warga terhadap penggusuran akibat pelebaran Kali Krukut.

Sementara di Cipete, Sandiaga menwarkan sistem pengolahan sampah yang baik sehingga dapat memberi manfaat. (ANT)

LEAVE A REPLY