Menyoal Sampah, YPBI Sarankan Pemerintah Daerah Libatkan stakeholder

Menyoal Sampah, YPBI Sarankan Pemerintah Daerah Libatkan stakeholder

52
0
BERBAGI

(okenews.com) Surabaya- Persoalan sampah menjadi problem setiap daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih. Terutama, sampah berbentuk Polysterene Foam (PS) atau orang biasa dikenal dengan istilah merk styrofoam yang tergolong sampah yang sulit terurai, sehingga cukup menjadi persoalan. Terlebih, jika warga membuang sampah itu ke sungai dapat mengakibatkan kekumuhan bahkan bisa berpotensi penyebab banjir.Dalam Focus Group Discussion khusus tentang Membangun Sistem Manajemen Sampah dan Timbulan Sampah PS Foam, Ketua YPBI Ananda Mustadjab Latip menyarankan agar Pemerintah Daerah melibatkan Stakeholder sebelum mengeluarkan Surat Edaran untuk mengatasi Sampah di setiap daerah.

“Ada baiknya jika ingin membuat perda atau Surat edaran Walikota maupun dari Bupati tentang produk ps foam dan plastik, bisa melibatkan stakeholder, agar peraturan yg akan dikeluarkan lebih sempurna dan tidak ada resistensi atau penolakan dari Pihak manapun”.¬†Ujar Ananda saat berbicara pada FGD di ITS Surabaya, Selasa (21/03/2017).

Stakeholder tersebut terdiri dari Pihak-pihak yang terkait seperti perindustrian, perdagangan, para pakar lingkungan. Selain itu, pemerintah juga harus melibatkan asosiasi seperti Inaplas, Adupi, Pabrik-pabrik Ps Foam atau plastik serta NGO, sehingga pandangan soal sampah dapat ditarik benang merahnya secara Komprehensif.

Ketua Inswa Sri bebassari juga menambahkan bahwa Kebijakan yang dibuat tetap harus mempertimbangkan lima aspek, yaitu Hukum, Kelembagaan, Pembiayaan, Teknologi dan Sosial Budaya.

“Misalnya dalam aspek pembiayaan, kita harus menerapkan tipping fee Untuk bisa mengelola sampah seperti negara Maju” Kata Sri.

Sri Menambahkan bahwa pemerintah harus mendorong masyarakat memilah sampah di setiap rumah. Selain itu, truknya harus khusus dan tertutup.

“Jadi kalo ada ps foam atau plastik sampah ke sungai atau kelaut, jangan salahin ps foamnya, tapi karena manajemen sampah kita belum benar”. Tegas Sri.

FGD tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Bumi Indonesia(YPBI), Inswa dan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana ITS di Aula BG Munaf Fakultas Teknologi Kelautan. (Sdm/Fa)

LEAVE A REPLY