Menko Polhukam Jendral TNI (Purn) Wiranto Puji Mathlaul Anwar

Menko Polhukam Jendral TNI (Purn) Wiranto Puji Mathlaul Anwar

0
0
BERBAGI

Okenews(Nasional),- Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto yang juga Ketua Dewan Penasehat Mathla’ul Anwar, mengapresiasi independensi Mathla’ul Anwar karena sejak berdirinya 1916 M lebih dari seratus tahun lalu Ormas Islam itu tidak pernah berpolitik praktis.

Dalam sambutannya, Menkopolhukam Jendral TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, menyampaikan kebanggaannya kepada Ormas Mathla’ul Anwar yang sejak berdirinya sampai sekarang tidak pernah ikut terlibat dalam politik praktis, namun Mathla’ul Anwar selalu menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI.

“Apresiasi untuk independensi Mathla’ul Anwar, karena sejak berdirinya seratus tahun lalu, Ormas ini tidak terlibat politik praktis,” Ujarnya saat membuka Rakernas II MA, di Jakarta, Sabtu (8/11).

Mathla’ul Anwar itu sendiri adalah Ormas Islam yang didirikan pada Ramadhan 1334 Hijriah atau 10 Juli 1916 oleh KH E Mohammad Yasin, KH Tb Mohammad Sholeh, dan KH Mas Abdurrahman serta dibantu oleh sejumlah Ulama dan Tokoh Masyarakat di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang – Banten yang concent dibidang Dakwah, Pendidikan dan Sosial.

Mathla’ul Anwar didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah pada 18 November 1912 M oleh KH Ahmad Dahlan di Kauman Yogyakarta, lalu kemudian setelah 10 tahun Mathla’ul Anwar berdiri, barulah NU berdiri pada 31 Januari 1926 oleh KH Hasyim Asy’ari di Surabaya Jawa Timur.

Ormas Islam yang sudah berusia lebih dari satu abad (seratus tahun) itu saat ini mengelola ratusan lembaga pendidikan dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Misi awal pendirian Mathla’ul Anwar adalah melakukan purifikasi ajaran Islam dengan memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan churafat). 

Kemudian Wiranto juga menghimbau, khususnya kepada seluruh warga MA, Umumnya Masyarakat Indonesia bahwa kita harus menjaga dan mewariskan semangat toleransi bangsa kita, karena kemerdekaan Indonesia diraih dengan semangat toleransi dan semangat kebangsaan, jika tidak ada keduanya maka tidak ada NKRI. Ini sejalan dengan tema yang dibangun di acara Rakernas MA, yakni “Revitalisasi Peran dan Kontribusi Mathla’ul Anwar dalam Merawat NKRI”.

“Merawat NKRI harus kita wujudkan sebagai implementasi dari UUD 1945 yaitu cita-cita negara : merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan begitu, Indonesia terjaga keamanannya.” Pungkasnya. (Robi).

LEAVE A REPLY