Kafe Badak Labuan, Bisnis Prospektif Kekinian Mengangkat Kearifan Lokal

Kafe Badak Labuan, Bisnis Prospektif Kekinian Mengangkat Kearifan Lokal

0
0
BERBAGI

Oleh Ahmad Syafaat (Mahasiswa/Pegiat kuliner Pandeglang).

Okenews(Pandeglang),- Labuan sebagai salah satu kecamatan yang termaktub daerah penting di Provinsi Banten yang berhasil redaksi himpun dari wikipedia adalah salah satu kacamata bisnis, mengapa usaha ini sangatlah prospektif. Dengan populasi 51 ribu jiwa peluang ekonomis sangatlah menggiurkan ditambah dengan populasi di sekitaran wilayah kecamatan Labuan yang turut memberi dampak.

Secara geografis letaknya yang dekat dengan pesisir pantai selat sunda dan diapit oleh dua kecamatan yang merupakan penyumbang kas daerah dari sektor pariwisata, KEK Tanjung Lesung dan Kawasan Wisata Pantai Carita adalah menjadi nilai tambah ekonomi bagi daerah ini.

Karakterisitik masyarakat Indonesia yang sebagian besar konsumtif dan tren generasi muda yang senang kongkow membuat usaha kafe atau kedai ini semakin menjanjikan, ditambah dengan masifnya penggunaan media sosial yang menjadi pemicu konsumen untuk kongkow atau sekedar selfie dan mengikuti tren di jagat media sosial.

Sejak didirikan dan dirintis 2016 silam kedai ini menjadi daya tarik anak muda di sekitaran wilayah kecamatan Labuan. Mengusung konsep modern dan kekinian yang menjadi tren dikalangan generasi milenial adalah salah satu ide terobosan sang pemilik kedai.

Nama “Kafe Badak”adalah perpaduan modernitas dengan kearifan lokal. Nama Badak yang merupakan local wisdom Kabupaten Pandeglang adalah sebagai manifestasi nilai-nilai tersebut.

Mengangkat durian sebagai menu utama adalah satu kekhasan lain dari kedai yang letaknya di Desa Teluk Kecamatan Labuan ini, sebab Pandeglang selain dikenal dengan satwa Badak Jawa atau Badak Cula Satu yang terdapat di Kawasan Cagar Alam Ujung Kulon juga durian sebagai kekhasan kuliner bagi daerah yang dijuluki sebagai The Sunset of Java ini.

Menu yang variatif, jaringan wifi sebagai sarana tambahan, lalu desain kedai yang futuristik, dengan dinding-dinding kafe yang tertuang narasi-narasi motivasi dan mural yang estetik menjadikan kafe ini nyaman untuk kongkow berlama-lama.
Kafe ini setiap harinya selalu ramai oleh pengunjung dengan omset yang cukup lumayan, selain ramai oleh generasi millenial kedai ini pun adalah tempat ternyaman bagi keluarga untuk kongkow sambil menyantap varian menu yang ditawarkan dan kedai ini adalah salah satu tempat representatif bagi komunitas atau organisasi untuk melakukan konsolidasi organisasi atau acara diskusi lainnya.
Dalam skala mikro atau daerah ekonomi kreatif memberikan kontribusi dan merupakan
potensi yang patut dilirik agar sektor ekonomi daerah terus meningkat. Usaha kedai atau kafe yang prospektif dan kekinian pun turut andil dalam kebangkitan ekonomi kreatif pada skala makro atau nasional.
Berdasarkan Survei Khusus Neraca Produksi Ekonomi Kreatif (SKNP Ekraf) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2016, diketahui bahwa produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku yang tercipta tahun 2016 adalah sebesar 922,59 triliun rupiah.

Ekronomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,44 persen terhadap perekonomian nasional. Kontribusi ekraf Indonesia tersebut menduduki peringkat ketiga dibandingkan dengan negara lainnya, setelah Amerika Serikat (11,12 persen) dan Korea Selatan (8,67 persen).

Sang pemilik kedai Muhammad Husen yang notabene adalah putera daerah dan masih muda berhasil menggalakan usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Pandeglang, khususnya Kecamatan Labuan, dengan megkolaborasikan nama dan menu lokal dengan kemajuan dan tantangan zaman.

Semangat dan ide sang pemilik kedai ini harus menjadi virus positif bagi seluruh anak muda di Pandeglang khususnya, agar turut menjadi aktor dalam percaturan ekonomi kerakyatan yang dapat membantu pemberdayaan pengangguran. (RB).

LEAVE A REPLY